BadanPusat Statistik Provinsi Jawa Tengah (Statistics of Jawa Tengah Province) Jl.Pahlawan No. 6 Telp. 024 - 84804, 8412805 Fax. 024 - 8311195 e-mail : bps3300@bps.go.id. Untuk tampilan terbaik Anda dapat gunakan berbagai jenis browser kecuali IE, Mozilla Firefox 3-, and Safari 3.2- dengan lebar minimum browser beresolusi 275 pixel. Candisari Kota Semarang, Jawa Tengah 50257, Indonesia. Nomor telepon: (024) 8450992, kode pos: 50257. Merupakan salah satu Bank Perkreditas Rakyat (BPR) di Kota Semarang. JDIHProvinsi Jawa Tengah Biro Hukum SETDA Provinsi Jawa Tengah, Gedung A Lantai 5, Jl. Pahlawan No.9 Semarang Jawa Tengah Indonesia Telp : (024) 8311282 Fax : (024) 8446200, Email : jdih [at] jatengprov [dot] go [id] konsultasidan pertanyaan seputar agrokompleks › Katagori: Pertanian › TERBARU ā˜Ž WA 0813 2744 6997 Bangun Rumah Modal 150 Juta Pemalang, Pemalang 52312 ā˜Ž WA 0813 2744 6997 Bangun Rumah Minimalis 50 Juta Pemalang, Jawa Tengah ā˜Ž WA 0813 2744 6997 Biaya Bangun Rumah Dengan Jasa Arsitek Ampelgading, Pemalang 52364 ā˜Ž WA 0813 2744 6997 . Mayoritas orang pasti akan melakukan perjalanan wisata pada hari libur kerja, seperti hari sabtu minggu. Namun, berbeda dengan saya yang mencoba mengunjungi tempat wisata pada hari aktif kerja. Bukan tanpa alasan mengapa saya memilih hari aktif untuk berwisata. Saya saat ini yang masih seorang penikmat pengangguran, menganggap bahwa semua hari bagi saya itu sama, hari libur semua adalah salah satu alasannya. Setelah merampungkan tugas akhir hingga sidang munaqosah di salah satu perguruan tinggi di Semarang, saya menjalankan hari-hari hanya dengan tidur, rebahan, bangun, ibadah, makan, mandi, sesekali menulis, tidur lagi, main PlayStation PS. Hampir bisa dipastikan apa yang saya lakukan itu bisa dinilai oleh khalayak sebagai kegiatan yang unfaedah banget. Dan saya mengamininya. Mungkin dari deretan kegiatan unfaedah yang saya lakukan di atas, berwisata pada hari aktif kerja merupakan kegiatan yang masih berfaedah menurut saya. Suasana wisata I’Ampelgading saat sepi/Mohammad Iqbal Shukri Saya merencanakan dan mengambil keputusan dalam waktu satu hari. Tiba-tiba muncul niat untuk berwisata, tapi tidak tahu mau menentukan wisata apa, yang bagaimana, seperti apa, dan di mana. Saya ambil dan nyalakan handphone, buka aplikasi Instagram menuju kotak pencarian, saya ketik kata kunci wisata di Semarang. Saya pilah-pilih, scroll dari atas ke bawah. Tidak ada yang menarik. Saya mengetik kata kunci lagi, hingga akhirnya mata ini tertuju pada akun instagram wisata I’AMpelgading Homeland. Saya lihat postingannya terlihat menarik dari pemandangannya yang ada deretan gunung-gunung, hingga hamparan rawa pening pun nampak. Menarik menurut saya kala itu. Niat saya kuatkan dan tekad pun saya bulatkan. Selanjutnya saya tentukan hari keberangkatan yang jatuh setelah dua hari penentuan itu. Singkat, padat, niat, dan tekad. Memang saat itu, musim penghujan. Tapi, ya begitulah namanya juga sudah niat. Pada hari keberangkatan berwisata, pagi harinya hujan, kemudian reda sebentar. Dan siang sekitar jam 12, hujan turun lagi meskipun tidak lebat, namun jika digunakan untuk perjalanan dari kos saya hingga tempat wisata tujuan, minimal basah kuyup lah. Tapi meski hujan datang, saya tetap jalan. Untung saja teman saya punya jas hujan. Sialnya, saya yang menyetir motor. Bukan karena takut basah, tapi helm yang saya gunakan tidak ada kaca pelindung wajahnya. Lantas, meskipun hujan rintik disertai angin yang lumayan kencang itu membuat mata saya berasa pedih. Ya sudahlah, nikmati saja, sambil nyetir pelan-pelan, dan menyipitkan mata hanya untuk melihat jarak pandang. Itu saya lakukan sekitar nyaris setengah perjalanan dari jarak kos hingga tempat wisata tujuan. Setengah perjalanan lagi, hujannya reda, kabut putih pun datang, menutupi pemandangan alam dan jarak pandang saya saat menyetir. Lika-liku jalan daerah Limbangan – Sumowono – Bandungan yang naik, turun dan menikung ditambah berkabut itu menguji saya untuk sabar dan sadar. Meskipun pelan, dan sesekali berhenti sejenak untuk istirahat dan melihat google map di handphone, akhirnya sampai tujuan tanpa tersesat. Tapi tetap capek. Manusiawi. Sepi dan Kabut Putih Menyambut Sampai lokasi, saya parkir motor. Dan membayar tiket masuk untuk camp. Per Orang harga tiketnya dua puluh ribu rupiah, parkirnya satu motor lima ribu rupiah. Jika hanya niat wisata saja, biaya masuk hanya sepuluh ribu rupiah per orang. Perasaan saya mulai tidak enak, karena suasana sepi sekali, hanya terdengar mesin pemotong rumput dan terlihat hanya dua motor yang sedang parkir. Saya langkahkan kaki menuju area camp. Sambil melihat, ada deretan warung, di mana setiap warung meletakkan kursi duduk di atas tempat meja makan, dengan posisi kursi terbalik, tanpa ada makanan, dan penjualnya. Ya, semua warung di situ tutup. ā€œMungkin para penjualnya hanya buka warung saat hari libur saja,ā€ pikirku. Sampai di area camp, saya hanya bisa melihat, petugas yang sedang memotong rumput dengan mesin, beberapa gazebo kecil, tulisan nama tempat wisata I’AMpelgading Homeland, dan selebihnya pemandangan kabut putih yang menutupi objek sekitar. Tidak ada wisatawan sama sekali, nihil. Perasaan dag dig dug dor, terus menghinggapi hati dan pikiran saya, tapi masih bisa tertawa, dan terus bertanya-tanya. ā€œApa memang benar hanya kita sendiri?ā€ Sambil mencari jawaban sendiri, ā€œMungkin ini konsekuensi, dari pilihan kita memilih berwisata pada hari aktif kerja.ā€ Jawabku dalam batin dan pikiran yang sudah campur aduk. Proses pendirian tenda/Mohammad Iqbal Shukri Sudahlah, langsung saja kami putuskan untuk mendirikan tenda. Beberapa menit kemudian tenda kami berhasil terpasang. Mendekati magrib, kami melihat ada wisatawan yang berjalan dan membawa perlengkapan camp, dan mereka bergerak mendirikan tenda. Pikiran saya lumayan tidak was-was, ā€œSyukur, ada temannya,ā€ batinku, sembari menghela nafas. Setelah magrib, kami memasak mie instan dan sosis bekal persediaan makanan yang telah kami bawa. Perut kenyang, dilanjut ngobrol sebentar, kemudian kami putuskan untuk tidur, sebab saya melihat pemandangan di luar tenda masih terselimuti oleh kabut. Harapannya, besok pagi cuaca bersahabat dan kami bisa menikmati pemandangan. Belum sampai pagi, saya terbangun dan ingin buang air kecil. Hal yang tidak terduga terjadi. Tempat wisata itu gelap tanpa ada lampu yang menyala, padahal sore itu saat mendirikan tenda, saya sempat melihat di setiap gazebo dilengkapi lampu. Tapi malamnya saat saya terbangun suasana gelap gulita. Saat menuju ke toilet, dan melihat loket masuk tempat berkumpulnya petugas wisata itu, sepi tidak ada orang. Dan melihat ke gerbang wisata, portal telah terkunci dan menghalangi jalur masuk dan keluar wisata. Kami terkunci di dalam area wisata, tanpa ada petugas yang menjaga. Kami bertanya-tanya, dan mencoba menebak-nebak, ā€œMungkin karena hanya sedikit wisatawan, maka lampu atau listrik tidak dinyalakan, dan petugas berhak pulang. Keamanan diserahkan pada portal yang telah dikunci petugasā€ ucapku dengan rasa sedikit jengkel dan kecewa. Setelah kembali ke tenda, kami berusaha tidur kembali. Saya khususnya, setelah melihat area wisata yang gelap, tanpa ada petugas yang menjaga, malah timbul pikiran yang negatif dan hati was-was kembali. Berusaha memejamkan mata, tapi tetap tidak bisa tidur. Namun apa boleh buat hanya itu solusinya. Dan saya harus dipaksa menikmatinya hingga pagi. Saya memejamkan mata tapi saya sadar tidak tidur. Dalam keheningan malam itu, saya mendengar tiupan angin kencang, yang sesekali menerpa tenda kami. Suara hewan-hewan di sekitar juga tak mau kalah untuk meramaikan malam yang sunyi itu, seperti jangkrik, belalang, dan suara hewan lainnya. Batin dan pikiran saya berharap supaya secepatnya malam berlalu, berganti pagi hari. Menikmati Keindahan Alam yang Disuguhkan Tuhan Suasana wisata berkabut/Mohammad Iqbal Shukri Adzan subuh tiba, angin-angin yang sepanjang malam riuh itu, seketika berhenti dan seolah hilang tak terdengar. Adzan subuh yang bersumber dari pengeras suara itu adalah sebuah tanda. Sebuah pertanda bahwa pagi telah tiba, batin yang was-was juga seketika ikut mereda, terpenjara tidak bisa tidur akhirnya usai. Setelah saya buka pintu tenda, kabut putih itu sudah tidak terlalu tebal, dan pemandangan alam seperti rawa pening, gunung-gunung dengan gagahnya menampakkan diri. Hingga saya merasa bahwa uji nyali kami terbayar dengan tuntas. Segala rasa capek, rasa was-was, dan segala ketegangan, tergantikan dengan cuaca yang mendukung, di mana kami bisa menikmati keindahan alam, suguhan dari sang Pencipta. Kami bisa berswafoto dengan riang dan gembira. Jalan-jalan, kemudian duduk dari satu gazebo berukuran dua setengah meter itu, menuju gazebo lainnya. Setelah kami merasa puas, dan memutuskan untuk pulang ke kos, di sepanjang jalan, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa, petani yang sedang beraktivitas di ladangnya masing-masing, sawah-sawah yang ditumbuhi padi hijau, gemericik air yang mengalir ke area sawah, dan pohon-pohon rindang di sepanjang pinggir jalan yang membersamai perjalanan kami pulang dapat terlihat, tanpa tertutup kabut seperti saat perjalanan berangkat ke lokasi wisata. Saya sangat bersyukur karena masih bisa menikmati pemandangan alam yang indah itu. Saya tidak bisa membayangkan, jika seandainya hanya kami saja yang kemping di situ. Ditambah jika cuaca terus tidak mendukung. Apa yang akan terjadi? Entahlah, mungkin hanya kekecewaan yang bersemayam. Mohammad Iqbal Shukri Mohammad Iqbal Shukri tinggal di Semarang, kesehariannya sibuk berproses untuk menjadi pembelajar yang baik, dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Selebihnya suka menikmati kehidupan, hidupku, hidupmu, hidup mereka, dan selalu mengingat terhadap yang menghidupkan kita. Bandungan adalah salah satu daerah di Kabupaten Semarang yang terkenal dengan wisata Gedong Songo. Bandungan sendiri berada di lereng Gunung Ungaran, yaitu gunung tertinggi di Kabupaten Semarang, membuat daerah ini memiliki udara yang cukup sejuk. Nah, berbicara mengenai Bandungan, ada tempat wisata keren di Bandungan yang harus kamu kunjungi, terutama bagi kamu yang hobi foto. Wisata tersebut bernama I'Ampelgading Homeland baca ai-em-pelgading homlen, ribet ya? I’Ampelgading Homeland atau Ampelgading berada di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Wisata I’ampelgading Homeland ini dibangun dan dikelola oleh pemuda Desa Kenteng sendiri loh guys, sangat menginspirasi ya. view gunung merbabu. foto Sejak diresmikan, I’Ampelgading Homeland sudah memikat banyak hati wisatawan loh, terutama kalangan anak muda yang hobi selfie. Tapi tetap saja di hari biasa objek wisata Semarang satu ini lumayan sepi pengunjung. Di I’Ampelgading Homeland sendiri sudah terdapat beberapa gardu pandang dengan background pemandangan alam Kabupaten Semarang. Selain itu terdapat juga ikon besar bertuliskan I’Ampelgading Homeland dengan background Gunung Ungaran. FYI Wisata I’Ampelgading Homeland ini diresmikan pada tanggal 11 November 2017 oleh Bupati Kabupaten Semarang langsung. spot foto sarang burung. foto fauzannarr Dari sini kita akan langsung disuguhi view Gunung Merbabu daan Telomoyo yang terlihat biru. View serupa bisa kita rasakan ketika berkunjung ke Gedong Songo. Oh iya, di Ampelgading ini kita juga bisa ngecamp loh, sangat cocok dijadikan alternatif selain Basecamp Mawar dan Gedong Songo. Sebenarnya pihak pengelola menyediakan tenda, cuma kebanyakan tenda yang disediakan berkapasitas 2 orang. Jadi jika kamu ingin ngecamp dengan lebih dari 2 orang lebih baik membawa tenda sendiri. Nah, bagaimana, apa kamu tertarik berkunjung ke Ampelgading Homeland? sunrise ampelgading. foto Fasilitas yang ada FASILITAS Musholla Toilet Tempat Parkir Spot Foto Warung Makan Taman mini Dan masih banyak lagi Harga Tiket Masuk Ampelgading HTM Untuk dapat masuk ke kawasan Ampelgading kita hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. saja. Parkir Motor Rp. Mobil Rp. Prewedding Rp. Biaya Camp Camping Rp. Parkir Motor Rp. Mobil Rp. Tenda kapasitas 2 orang Rp. Tenda kapasitas 4 orang Rp. Kontak Wa 083109049010 Jam Buka Ampelgading buka setiap hari selama 24 Jam Lokasi Ampelgading Bandungan Ampelgading Homeland terletak di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Lalu, bagaimana cara menuju I’Ampelgading Homeland? Tenang, bagi kamu yang ingin berlibur ke I’ampelgading Homeland Bandungan, bisa mengikuti rute di bawah ini. Dari Arah Kota Semarang Dari pusat Kota Semarang, kamu bisa menuju ke arah Ungaran atau Bandungan, ikuti saja petunjuk arah Candi Gedong Songo, lokasi I’Ampelgading Homeland ini berada sebelum Gedong Songo. Yaitu, dari Pasar Bandungan ambil arah Candi Gedong Songo, tetap ikuti jalan hingga kamu menemukan gapura besi Dusun Clowok RW 05, Desa Kenteng di kiri jalan. Maju sedikit kamu akan menemukan pertigaan di kanan jalan dengan petunjuk bertuliskan ā€œGedung Pertemuan Ampel Gadingā€ di kiri jalan. Silahkan belok kanan di pertigaan tersebut dan ikuti jalan saja hingga kamu menemukan lokasi I’Ampelgading Homeland, jika bingung kamu bisa bertanya ke warga sekitar. Tips Berlibur ke Ampelgading Homeland Datanglah saat siang hari, karena ketika pagi biasanya pemandangan tertutup kabut dan saat sore sering hujan. Lebih disarankan menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor, pastikan juga kendaraanmu dalam keadaan prima. Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu taati aturan ya. sumber foto headerakun IG anggameiggie Menikmati kesegaran dari atas bukit, di musim dingin atau kemarau, rasanya menyenangkan. Terlebih pagi hari, kabut-kabut seperti memenuhi sejauh mata memandang, berikan suasana romantis dan menenangkan. Teman Traveler yang sedang berencana untuk liburan ke Semarang dan ingin menikmati suasana seperti itu bisa datang ke I’AMPelgading Homeland. Penasaran seperti apa suasana di kawasan tersebut? Berikut ulasannya! 1. Wisata Alam di Lereng Gunung Ungaran Berada di Ketinggian dengan Pemandangan yang Menakjubkan via Instagram/ dulaz_wicksonI’AMPelgading Homeland, berada di kawasan Bandungan, Semarang. Bandungan sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dingin yang ada di Kota Lumpia. Ia berada di lereng Gunung Ungaran, yang merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Semarang. Dengan keadaannya yang seperti itu, objek wisata ini memiliki suhu udara yang sejuk. Teman Traveler yang butuh dengan udara segar dan melarikan diri dari penatnya Semarang, bisa langsung ambil sepeda motornya dan sejenak mendinginkan kepala di sini. 2. Dikelola Karang Taruna dan Masyarakat Setempat Objek Wisata yang Dikelola oleh Pemuda Desa Setempat via Instagram/ ahmadbahtiKehadiran beberapa tempat wisata di Indonesia, belakangan ini takjarang adalah hasil dari kreativitas warganya. Demikian juga dengan I’AMPelgading ini. Dibangun dan dikelola oleh pemuda desa setempat. Dengan ide-ide yang dimiliki, mereka menciptakan sebuah tempat wisata kekinian yang langsung diapresiasi baik oleh masyarakat, khususnya generasi muda Semarang. Dampak panjangnya, potensi dan pendapatan di daerahnya menjadi meningkat. Luar biasa! 3. Segudang Spot Foto Kabut di Ampelgading Homeland via Instagram/ abiyalamaududiI’AMPelgading Homeland, dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi tempat wisata yang instagenic. Terdapat segudang spot foto yang bisa Teman Traveler manfaatkan untuk bergaya semaksimal mungkin! Seperti sarang burung, rumah pohon, gardu pandang dan beberapa spot lainnya. Berfoto di ketinggian dengan latar belakang Gunung Ungaran serta pemandangan berkabut yang romantis, di mana pun rasanya akan tetap terlihat instagenic. 4. Lokasi dan Tiket Wisata Pasti Betah Berlama-lama di Sini via Instagram/ sampai ke lokasi, dari pusat Kota Semarang, Teman Traveler ambil jalur menuju Ungaran atau Bandungan. Lalu ikuti petunjuk menuju ke Candi Gedong Songo. I’AMPelgading Homeland berada sebelum Candi Gedong Songo namun masih berada satu arah dengan objek wisata tersebut. Spot Foto di Ketinggian yang Nggak Bakal Bikin Kecewa via Instagram/ berada di ketinggian, jalan menuju lokasi ini menanjak dan berbatu. Namun sudah bisa dilalui oleh mobil atau sepeda motor. Teman Traveler tidak perlu tracking berjalan kaki untuk menuju atas, karena kendaraan sudah bisa sampai ke lapangan parkir di area wisata. Hanya tetap berhati-hati ya! Pastikan kendaraan dalam kondisi yang siap jalan. Gardu Pandang di Ampelgading Homeland via Instagram/ andiex_zechJika ingin datang ke sini, waktu terbaik yang dianjurkan adalah pagi hingga siang hari. Untuk tiket masuk, Teman Traveler hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp5 ribu dan itu sudah termasuk parkir. Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan lebih dulu ya. Tertarik? Selamat menikmati kabut pagi di tempat ini kalau begitu! Advertisement Tags iampelgading homeland Indonesia Jawa Tengah semarang Wisata wisata instagenic semarang

ampelgading homeland semarang jawa tengah